AS Ingatkan Teror Teroris ISIS-K di Afghanistan, Apa Itu?



Afghanistan yang kembali terkuasai Taliban mengakibatkan kekuatiran berkaitan teror dari barisan intimidasi. Walau Taliban tidak bernafsu menyeberluaskan ideologinya ke luar Afghanistan, tetapi barisan intimidasi seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Afghanistan disebut mulai ada ke atas.


Diambil dari France24, intelijen Barat memprediksi teror dari Islamic State-Khorasan (ISIS-K) atau ISIS cabang Afghanistan akan selekasnya bangun, sesudah dalam tahun-tahun ini mereka dilumpuhkan oleh Taliban dan militer Amerika Serikat.


Dibuat 6 tahun lalu oleh pejuang Taliban asal Pakistan yang tidak senang dengan kepimpinan Taliban, ISIS-K memperlancar banyak gempuran intimidasi di Afghanistan, terhitung gempuran bom bunuh diri dan serangan ke beberapa masjid beraliran selainnya Sunni.


Berikut informasi-informasi berkaitan barisan teroris ISIS cabang Afghanistan.


1. Berkompetisi merampas Afghanistan dengan barisan yang lain

Taktiksnya status Afghanistan yang berada di Asia tengah, ditambahkan kekayaan mineral yang dipunyainya, membuat daerah ini jadi perhatian banyak substansi negara atau non-negara. Barisan teroris ISIS lewat cabangnya Judi Slot ISIS-K telah lama bernafsu kuasai semua Daerah Afghanistan. Sayang, perjuangan itu segampang yang mereka pikir.


Bersamaan kekalahan ISIS di Irak dan Suriah sesudah 2017, pengembangan ISIS-K di Afghanistan alami kemerosotan. Di saat yang serupa, Taliban sukses merampas kembali daerah yang terkuasai ISIS-K semenjak 2019.


Persaingan perebutan kekuasaan di Afghanistan yang dipandang aktif di antara, Taliban, Al-Qaeda, Jaringan Haqqani, dan ISIS-K, memberinya dampak tertentu untuk negara itu.


Bersamaan kembalinya kekuasaan Taliban yang baru berusia 1 minggu 1/2, bisa ditegaskan gejolak kekuasaan di Afghanistan akan capai titik pucuknya, seperti tiap barisan akan usaha mengalahkan keduanya.


2. Disokong beberapa ribu pejuang yang tiba di luar Afghanistan

Sama dengan cabang induknya, anggota-anggota ISIS-K mayoritas datang dari luar daerah Afghanistan. Pengetahuan khilafah ISIS yang go-international, sejak mulai beberapa tahun kemarin, menarik simpati umat muslim yang terindoktrinasi untuk bertandang ke Afghanistan sebagai pejuang.


Disampaikan The New York Times, berdasar perkiraan yang dikeluarkan Federasi Bangsa-Bangsa (PBB), ada sekitaran 8.000 sampai 10.000 pejuang asing asal Asia tengah, Pakistan, Xinjiang, dan Kaukasus Utara masuk Afghanistan dalam beberapa bulan akhir.


Walau mayoritas memberikan dukungan barisan Taliban dan Al-Qaeda, tetapi laporan itu menerangkan cukup banyak pada mereka yang bersekutu dengan ISIS-K.


3. Teror kegiatan ISIS-K di Afghanistan makin beresiko

Proses penyelamatan di Lapangan terbang Hamid Karzai, Kabul, yang berjalan ini hari rupanya mendapatkan intimidasi berbahaya. Tidak dari Taliban, tetapi dari ISIS-K, berdasar laporan Amerika Serikat.


Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menerangkan jika teror gempuran ISIS-K ke Lapangan terbang Kabul dalam sekian hari di depan digolongkan sebagai "darurat" dan "gigih", sama seperti yang dikutip dari The New York Times.


Biden lalu menjelaskan, Pemerintahan AS dan sekutu telah mengingatkan semua masyarakatnya dan warga Afghanistan tidak untuk dekati Lapangan terbang Kabul sepanjang teror ISIS-K terus mengincar.


Untuk beberapa waktu, Washington sudah merajut persetujuan dengan Taliban sejauh visi penyelamatan sampai 31 Agustus 2021. Pasukan Amerika dan sekutunya bertanggungjawab atas keamanan dalam lapangan terbang dan Taliban bertanggungjawab untuk keamanan di luar lapangan terbang.


Otomatis, Biden memberikan teror ISIS-K ke Taliban yang jaga teritori sekitaran Hamid Karzai. Amerika mengetahui urutan ke-2 barisan itu, walau beragama dan saluran yang serupa, tapi mereka mempunyai ideologi dan kebutuhan yang lain.