5 Bukti Pemerintah Taliban di Afghanistan, Didanai China dan Tidak Ada Menteri Wanita






Pemerintah baru Taliban di Afghanistan tengah akan berusaha menangani kesusahan ekonomi yang dirasakan negara tersebut saat pengambilalihan dari pemerintahan yang disokong Amerika Serikat (AS) tengah Agustus kemarin.


Berikut sejumlah bukti berkenaan pemerintah baru Taliban di Afghanistan:

1. Pemerintah akan dipegang oleh salah satunya pendiri Taliban


Sumber dari Taliban menjelaskan jika pemerintah baru Taliban akan dipegang oleh Salah seorang pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar. Figur yang pimpin kantor politik Taliban itu akan didampingi Mullah Mohammad Yaqoob, putra almarhum pendiri Taliban Mullah Omar, dan Sher Mohammad Abbas Stanekzai, yang akan menggenggam status senior di pemerintah.


BACA JUGA: Pendiri Taliban Mullah Baradar Akan Memimpin Pemerintah Baru Afghanistan


2. Tidak ada status senior pemerintah yang digenggam wanita


Pemerintah baru Taliban dipercaya tidak tempatkan seorang wanita di status senior pemerintah.


Wakil Kepala Kantor Politik Taliban di Qatar, Sher Abbas Stanekza menjelaskan jika wanita terus bekerja di pemerintah di Afghanistan tapi tidak Judi Online ditanggung memperoleh status di cabinet atau status senior yang lain. Stakneza menjelaskan status senior pemerintah baru ini akan diisi berdasar kekuatan.


BACA JUGA: Juru bicara: Taliban Utamakan Dana dari China


3. Utamakan dana dari China


Juru Berbicara Taliban Zabihullah Mujahid menjelaskan jika barisan itu dan pemerintah baru kedepan akan memercayakan dana dari China untuk membuat kembali ekonomi Afghanistan.


"China ialah partner paling penting kami dan sebagai wakil kesempatan esensial dan mengagumkan untuk kami, karena China siap untuk melakukan investasi dan membuat kembali negara kami," kata Mujahid saat interviu dengan La Repubblica.


Taliban akan menjalankan dan memodernisasikan tambang tembaga di Afghanistan dengan kontribusi China, buat menggerakkan ekonomi negara tersebut.


4. Temui perlawanan di Lembah Panjshir


Walau sudah jadi penguasa de facto di Afghanistan, Taliban masih hadapi perlawanan dari pasukan Front Perlawanan Nasional (NRF) yang mengatur daerah Propinsi Panjshir. Milisi anti-Taliban ini dipegang oleh Ahmad Massoud, putra figur mujahidin Ahmad Shah Masood.

Pada pertarungan di Propinsi Panjshir, Propinsi Parwan, dan Propinsi Baghlan, Selasa (31/8/2012) kedua pihak alami rugi besar. Bahkan juga NRF mengeklaim sukses tewaskan 350 pejuang Taliban dan menarik 40 yang lain.


Daerah Panjshir sekarang jadi konsentrasi dari ofensif Taliban, untuk kukuhkan kekuasaannya di Afghanistan.


5. Rajut Diplomasi Lewat Qatar


Qatar lama sudah menjadi satu diantara penyambung Taliban, yang dicap sebagai organisasi teroris oleh beberapa negara, dengan dunia internasional. Barisan militan itu mempunyai kantor politik yang ada di Ibu Kota Qatar, Doha, semenjak 2013.


Sesudah Taliban merampas kembali kekuasaan di Afghanistan pada 15 Agustus 2021 lalu, Qatar kembali jalankan peranannya sebagai salah satunya jembatan diplomatik di antara Taliban dengan beberapa faksi, terhitung Amerika Serikat (AS) dan negara Barat.


Masalahnya sampai sekarang ini tidak ada negara yang mengaku pemerintah Taliban di Afghanistan.


Qatar menekan beberapa negara dunia untuk turut serta dengan Taliban, mengingatkan jika menutup pemerintah yang dipegang barisan garis keras itu bisa mengakibatkan ketakstabilan selanjutnya di Afghanistan.


Beberapa negara, terhitung Jepang dan AS sudah menimbang perpindahan kedutaannya di Afghanistan ke Qatar untuk merajut jalinan dengan Taliban bila dibutuhkan.