Distribusi Vaksin COVID-19 Bio Farma 56,1 Juta Jumlah pada September 2021





Juru Berbicara PT Bio Farma Bambang Heriyanto sampaikan, distribusi vaksin COVID-19 oleh Bio Farma capai 56,1 juta jumlah sejauh September 2021. Jumlah itu bertambah dari masa Agustus 2021, yang capai 42,delapan juta jumlah.


"Distribusi vaksin ini terhitung CoronaVac sekitar 37,tujuh juta jumlah, AstraZeneca 8,dua juta jumlah, Sinopharm 200.000 jumlah, dan Pfizer 10,1 juta jumlah," jelas Bambang lewat pengakuan tercatat yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 4 Oktober 2021 malam.


Disamping itu, Bambang pastikan Bio Farma memiliki komitmen penuh memberikan dukungan usaha Pemerintahan dalam percepat dan tingkatkan pemerataan distribusi vaksin COVID-19 dari Sabang sampai Merauke.


Pemerataan vaksin dari di semua Indonesia dipandang penting dalam usaha pengatasan wabah COVID-19, khususnya penerapan program vaksinasi nasional.


"Oleh karenanya, kami terus berusaha untuk percepat dan tingkatkan pemerataan distribusi vaksin sesuai instruksi Kementerian Kesehatan," lanjut Bambang.



Pemerataan Vaksin COVID-19

PT Bio Farma terus bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk membagikan vaksin sama sesuai fokus dan target wilayah Agen Slot yang sudah diputuskan.


"Kami pastikan tersedianya vaksin aman untuk penuhi keperluan dan keinginan dari Kemenkes," tandas Bambang Heriyanto.


Pemerintahan mengutamakan pemerataan distribusi vaksin COVID-19 ke semua wilayah di Indonesia. Pemercepatan dan pemerataan vaksinasi diperlukan untuk perkuat pengatasan wabah.


Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate menjelaskan, usaha pemerataan untuk membuat perlindungan warga Indonesia.


"Pemerintahan memiliki komitmen untuk selalu percepat dan meluaskan distribusi vaksinasi ke semua wilayah di Indonesia. Makin cepat proses distribusi, karena itu makin cepat kita dapat bersama membuat perlindungan seluruh bangsa Indonesia," kata Plate.