Seperti Meratap Remuknya Kota Sodom, 200 Mode Telanjang Berfoto di Laut Mati





Sekitar 200 mode telanjang , mayoritas masyarakat Israel , menampang di Laut Mati untuk pengambilan foto. Dengan badan dicat putih, episode mereka mengingati legenda istri Lot yang akhir hidupnya jadi tiang garam dengan meratap remuknya kota Sodom.


Pengambilan foto telanjang ini direncanakan photografer Amerika Serikat (AS), Spencer Tunick. Maksudnya untuk menyorot keringnya permukaan air di Laut Mati Israel.


Semua badan mode dicat warna putih. Gambar diambil dari belakang.


Tunick, yang sudah memfoto mode telanjang di beberapa landmark seperti Sydney Drama House dan gletser di Swiss, kembali lagi ke Laut Mati di hari Minggu. Ia tiba ke-3 kalinya untuk memfoto beberapa ratus orang telanjang itu.


"Saya di sini untuk tingkatkan kesadaran akan keringnya air Laut Mati dan untuk memberikan perhatian pada musibah ekologis yang terjadi," kata Tunick ke CNN, yang dikutip Selasa (19/10/2021).


Pengambilan foto akan memberikan keuntungan mimpi kolaborator Ari Leon Fruchter untuk membuat "museum Laut Mati" di lokasi yang Judi Slot serupa dengan pengambilan foto.


"Dengan menyambungkan rumor lingkungan ke badan (manusia), (itu) memperlihatkan liabilitas badan pada alam—dan , secara bersebelahan, liabilitas alam yang disebabkan karena badan," kata Tunick.


"Manusia bisa mempengaruhi laut yang besar sekali. Dan saya berpikir memperlihatkan penjajaran badan ini—sangat rapuh—terhadap Laut Mati, yang serupa rapuhnya, akan bawa energi baru untuk tugas dan pembicaraan beberapa orang," tuturnya.


Cat putih, yang diformulasi untuk pengambilan foto, ditujukan untuk ingat garam air laut yang padat mineral dan istri Lot dari kitab Peristiwa, yang diganti jadi tiang garam untuk menyaksikan keruntuhan Sodom.


Beberapa peserta, semua berumur di antara 19 sampai 70 tahun, mayoritas datang dari Israel dan terhitung wali kota dari kota paling dekat.