AS Dan PBB Paksa China Tunjukkan Bukti Kehadiran Bintang Tenis Yang Lenyap



PBB dan Amerika Serikat (AS) menuntut bukti kehadiran Peng Shuai. Tuntutan ini ada di tengah-tengah bertambahnya kekuatiran akan kesehatan bintang tenis China itu. Shuai belum kelihatan di muka umum semenjak pada 2 November dia akui sudah alami penghinaan seksual oleh bekas Wakil Pertama Menteri China, Zhang Gaoli.


Seperti disampaikan Reuters, Jumat (19/11/2021), Sekretaris jurnalis Gedung Putih, Jen Psaki menjelaskan, pemerintah Presiden Joe Biden ingin China "memberi bukti mandiri yang bisa diverifikasi" mengenai kehadiran Shuai. AS mengatakan "kedukaan dalam" mengenai bekas pemain double rangking paling atas dunia itu.


Sementara PBB bersikukuh untuk lakukan penyidikan yang seutuhnya terbuka atas claim Shuai. "Penting untuk mempunyai bukti kehadiran dan kesejahteraannya," sebut Liz Throssell, jubir Kantor Hak Asasi Manusia PBB, ke reporter di Jenewa. "Kami mengatakan penyidikan dengan transparan penuh atas dakwaan gempuran seksualnya," sambungnya.


Beberapa pemain tenis, terhitung Naomi Osaka, Serena Williams, dan Novak Djokovic, sudah mengumandangkan support mereka untuk olahragawan China itu. "Ini menakutkan. Tujuan saya, seorang lenyap," kata Djokovic di ATP Finals di kota Turin, Italia. "Semua komune tenis perlu memberi dukungan dan keluarganya dan pastikan jika ia aman dan sehat," sambungnya.


Djokovic memberikan dukungan pengakuan Federasi Tenis Wanita (WTA) jika faksinya siap untuk memutus hubungan usaha yang memberikan Agen Slot keuntungan dengan China atas kasus Shuai.


"Bila Anda mempunyai kompetisi di tanah China tanpa menuntaskan keadaan ini, itu akan agak aneh, jadi saya pahami kenapa WTA ambil sikap semacam itu," kata Djokovic.


Peng Shuai, yang dengan status bekas juara double Wimbledon dan Prancis Terbuka mendakwa Zhang, yang pensiun pada 2018, sudah "memaksakan" ia untuk berhubungan seksual sepanjang jalinan putus-putus periode panjang.


China mayoritas masih tetap diam atas bintang tenis itu dan di hari Jumat Kementerian Luar Negeri bersikukuh jika mereka tidak ketahui pro-kontra sekitar pemain itu. Jubir kementerian, Zhao Lijian menjelaskan ke reporter jika permasalahan itu "bukan pertanyaan diplomatik dan saya tidak ketahui kondisinya."


Shuai, yang sebagai wakil China di Olimpiade Beijing, London dan Rio de Janeiro, bukan masyarakat negara China pertama kali yang mendadak lenyap dari penglihatan khalayak pada kondisi yang tidak terang. Jack Ma, pendiri perusahaan e-commerce paling besar di dunia Alibaba, lenyap pada Oktober 2020 sesudah mengomentari regulator pemerintahan dalam sebuah pidato.


Selang beberapa saat, pemasaran saham yang berarti oleh Ant Grup, unit pembayaran online group, diambil oleh faksi berkuasa di menit paling akhir. Ma kembali ada dalam sebuah video pada Januari tahun ini, tapi tidak mengatakan argumen kepergiannya.