Inggris Akan Hapus Persyaratan Test Saat sebelum Terbang untuk Wisatawan yang Telah Vaksin Covid-19
Inggris selekasnya hapus syarat test saat sebelum keberangkatan untuk wisatawan yang divaksin penuh dari mayoritas negara pada Oktober 2021. Berita ini dikatakan Sekretaris Negara untuk Transportasi, Grant Shapps pada Jumat, 17 September 2021.
Dikutip dari Travel and Leisure, Minggu, 19 September 2021, wisatawan yang divaksin yang ke arah Inggris dari mayoritas arah tak perlu dites saat sebelum kehadiran, terhitung Amerika Serikat. Shapps umumkan ini lewat ciutan di account Twitter kepunyaannya.
Inggris akan menukar test PCR hari kedua dengan test lateral flow yang tambah murah pada Oktober kedepan. Disamping itu, Shapps umumkan jika Inggris akan merampingkan mekanisme masuk lampu lalu lintasinya di hari yang serupa, jadi ke satu perincian negara merah atau negara non-merah.
"Kami akan mengenalkan mekanisme baru yang disederhanakan untuk perjalanan internasional mulai Senin 4 Oktober, gantikan pendekatan sekarang ini dengan 1 daftar merah dan beberapa langkah yang disederhanakan untuk penjuru dunia, capai kesetimbangan yang pas untuk mengurus resiko kesehatan warga sebagai fokus No. 1," lebih Shapps di sosial media.
Pada Agustus, Inggris buka pintu untuk wisatawan Amerika yang divaksin penuh tanpa perlu diisolasi di saat kehadiran. Sekarang ini, beberapa wisatawan harus jalani test dalam kurun waktu 3 hari saat sebelum pergi ke Inggris.
Disamping itu, sekarang wisatawan pesan lebih dulu test PCR COVID-19 untuk dilaksanakan pada atau saat sebelum hari ke-2 periode inap mereka. Tidak ketinggal, mereka harus isi formulir passenger locator.
Longgarkan untuk Beberapa Negara
Menurut pemerintahan di tempat, wisatawan yang tidak divaksin yang ke arah Inggris akan disuruh untuk test pra-keberangkatan. Mereka akan ditest kembali di hari kedua dan kedelapan, dan isolasi sepanjang 10 hari sesudah kehadiran.
AS terus batasi perjalanan yang tidak penting untuk masyarakat negara non-AS dari beberapa negara di penjuru dunia, terhitung Inggris. Pemerintah Biden menjelaskan tidak ada gagasan untuk mengambil limitasi itu.
Baik Pusat Pengaturan dan Penangkalan Penyakit (CDC) dan Departemen Luar Negeri sudah mengelompokkan Inggris di bawah travel warning paling tinggi mereka karena kejadian penyebaran COVID-19 yang "tinggi sekali". Angka orang yang sudah jalani vaksinasi Covid-19 di Inggris lumayan besar.
Peraturan
Di Inggris, 89,3 % orang berumur 16 tahun ke atas sudah terima minimal satu jumlah vaksin virus corona. Sekitar 81,5 % sudah terima dua jumlah, menurut pemerintahan.
Selainnya longgarkan limitasi untuk wisatawan yang divaksin, Shapps menjelaskan Inggris akan hapus delapan negara dan daerah dari daftar merahnya pada 22 September 2021. Ada banyak negara yang masuk daftar itu.
Beberapa negara itu terhitung Turki, Pakistan, dan Maladewa. Pelancong yang tiba dari negara merah harus diisolasi di hotel di saat kehadiran.

0 Comments