Turki Menuntut AS Balikkan Rp20 Triliun dari Program F-35 atau Berikan Pilihan Lain
Menteri Luar Negeri (Menteri luar neger) Turki Mevlut Cavusoglu menuntut Amerika Serikat (AS) mengirim lebih dari 100 jet tempur F-35 atau memberikan ganti rugi ke Ankara. Ia juga memberikan dua opsi pada AS.
Sikap Turki itu diutarakan Cavusoglu pada Kamis (28/10/2021) waktu di tempat. Menurut Turki, AS harus pilih di antara kembalikan dana USD1,4 miliar (Rp20 triliun) yang sudah diinvestasikan Ankara dalam program pesawat atau tawarkan piranti keras yang lain.
Turki pesan pesawat tempur bikinan Lockheed Martin itu saat sebelum dikeluarkan dari program penyediaan partner multi-nasional pada 2019 karena beli mekanisme pertahanan udara S-400 Rusia.
Ankara sudah mengomentari pengusiran pada Turki dari program itu tidak adil. Tetapi, industri pertahanan Turki masih meningkatkan dan menghasilkan beberapa elemen khusus pesawat F-35.
Sepanjang interviu TV, Cavusoglu menjelaskan Turki sudah "mengonfirmasi penglihatannya" mengenai pembelian S-400 dan memperjelas kembali jika itu "dihapus secara tidak adil" dari program itu.
Ia selanjutnya minta Washington biarkan Turki kembali lagi ke program itu atau mendapati langkah untuk bayar kembali investasi itu, bila tidak berhasil, Ankara akan "menimbang pilihan lain."
"Turki tak pernah tanpa alternative... Saat ada keperluan, itu dapat berpindah ke negara lain. Kami mempunyai alternative," tutur menteri itu ke CNN Turk.
Ia menambah negara tersebut bisa beli pesawat tempur Su-35 atau Su-57 bikinan Rusia bila AS menampik menuntaskan permasalahan itu.
Awalnya bulan ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjelaskan Washington sudah tawarkan ke Ankara paket 40 pesawat F-16 baru dan nyaris 80 kit modernisasi untuk armada pesawat tempur F-16 yang ada dengan imbalan pembayaran F-35.
Ia menjelaskan minggu inilah akan mengonfirmasi penawaran itu dengan Presiden AS Joe Biden di antara KTT cuaca COP26 kedepan di Glasgow.
Cavusoglu menjelaskan ke CNN Turk jika ada "lobi berlainan" yang aktif dalam permasalahan ini di AS dan menjelaskan "sikap" pemerintah Biden terpenting bila Konferensi ingin dirayu menyepakati persetujuan.
Satu kelompok 11 anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Partai Republik disampaikan mengatakan "rasa kedukaan yang dalam" ke pemerintah Biden minggu ini mengenai kekuatan pemasaran F-16 dan memiliki pendapat Konferensi akan memblok export seperti itu.
Menurut Reuters, yang mengevaluasi surat itu, beberapa politikus mencuplik informasi Erdogan pada September jika Turki akan "beli tahapan tambahan" mekanisme pertahanan rudal S-400 dari Rusia.
Surat itu menulis, "AS tidak bisa sanggup bersepakat dengan keamanan nasional kita dengan jual pesawat ke sekutu kesepakatan NATO yang tetap berperangai seperti lawan."
Washington awalnya sudah mengusung momok Moskow memakai S-400 untuk memperoleh informasi rahasia mengenai pesawat tempur F-35 dan bersikukuh mereka tidak cocok dengan mekanisme NATO.
Tetapi, Turki sudah berkali-kali menjelaskan jika mekanisme rudal Rusia tidak diintegrasikan ke perlengkapan koalisi NATO apa saja.
Dalam pada itu, Pentagon menjelaskan pada Rabu jika ke-2 negara terus akan melangsungkan perbincangan untuk menuntaskan permasalahan F-35.
Menurut jubir Pentagon Letnan Kolonel Anton T Semelroth, petinggi senior pertahanan dari ke-2 negara sudah berjumpa untuk "dialog penuntasan perselisihan" di Ankara pada Rabu.
Semelroth mengeklaim, "Dialog produktif memperlihatkan loyalitas AS untuk mengaitkan dengan hormat keterkaitan Turki dalam program F-35."
0 Comments