COVID-19 di Jawa Barat Naik 20 %, WHO Meminta Yakinkan Tracing


Jawa Barat menjadi satu diantara propinsi yang mendapatkan sorotan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minggu ini. Sama sesuai laporan terkini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Situation Report - 79 per 3 November 2021, kasus COVID-19 di Jawa Barat naik 20 %.


Kenaikan jumlah mingguan kasus baru terverifikasi COVID-19 disampaikan di sejumlah propinsi, terhitung di Jawa Barat dibanding minggu awalnya.


Di Jawa Barat, peningkatan 20 % jumlah kasus mingguan dilihat sepanjang satu minggu, tanggal 25 s/d 31 Oktober 2021, dibanding dengan minggu awalnya, catat WHO dalam laporannya.


Salah satunya factor pemicu peningkatan kasus COVID-19 di Jawa Barat, seperti laporan WHO yang diterima Health Liputan6.com, Kamis (4/11/2021), berkaitan penemuan kasus aktif dilaksanakan di lingkungan sekolah.


WHO minta pemerintahan pastikan pencarian contact (tracing) dan kepatuhan prosedur kesehatan. Pengawasan tracing harus juga dilaksanakan teratur.


Penting untuk pastikan mekanisme pencarian contact dan kepatuhan prosedur kesehatan warga dan diawasi dengan teratur di lingkungan Agen Slot sekolah dan di beberapa tempat yang lain untuk menahan penyebaran COVID-19, catat WHO.


Rasio Melacak Contact Paling tinggi di Jawa Timur


Pencarian contact masih tetap jadi aspek khusus dalam usaha pengatasan wabah COVID-19. WHO menulis, Pemerintahan Indonesia sudah memiliki komitmen untuk mengawasi dengan ketat beberapa kasus itu, yang dikerjasama dengan beragam penopang kebutuhan.


Kerja-sama pencarian contact dengan kontribusi TNI Polri dan instansi swadaya warga (LSM). Target melacak contact minimum 80 % dari kasus baru yang diverifikasi dalam kurun waktu 24 jam.


Maksudnya, untuk mengenali kontak langsung sekalian mengenali rerata minimum 15 kontak langsung per kasus.


Sampai 2 November 2021, WHO mencuplik data Kementerian Kesehatan, rasio pencarian contact bervariatif antara propinsi. Rasio pencarian melacak contact paling tinggi terdaftar di Jawa Timur dan Kepulauan Riau.